Category: Kata-Kata Mutiara

Mengukur Kekuatan Doa

comments Comments Off
By Hardi, September 5, 2010

Ketika Kita Mengukur Kekuatan Doa Kita – Refleksi Ramadhan 1431H

“How do we invoke the saints?”
“Through prayer,”

“We invoke the saints through constant prayer.
And when they are near, everything changes. Miracles happen.”

Percakapan di atas saya dapatkan dari novel ‘the Valkyries’ karya salah satu pengarang favorit saya, Paolo Coelho. Singkat kata dari sana bisa disimpulkan, bahwa kita bisa memperalat para malaikat —para pembantu Tuhan Maha Suci, demi keefektifan kehidupan kita melalui doa-doa.

Namun doa yang seperti apa yang pada akhirnya bisa mendekatkan kita pada kesucian ruang waktu, sehingga kemudian segala sesuatunya bisa berubah untuk kebaikan kita? Doa bagaimana yang mampu menghadirkan keajaiban-keajaiban konkrit bagi keindahan dan kebesaran kita?

Ada diagnosa sederhana namun sejati yang ditawarkan tentang ini, bahwa ternyata bukan pada doanya kita mesti berfokus, melainkan berbalik pada pribadi yang mempertaruhkan doa tersebut. Mario Teguh kerap mengingatkan:

Doa adalah penting.
Namun yang terpenting
adalah kualitas orang yang berdoa.

Pada kesempatan lain, beliau menegaskan untuk segera saja kita hentikan mencari-cari doa yang cespleng, mujarab, sok pasti dikabul, dan sebangsanya itu tanpa kita memperluang kalbu, memperbesar jiwa, menyiapkan energi menuju harapan dan keinginan kita. Sepertinya beliau sedang mentaubatkan rasio bahwa perkenan sebuah doa berbanding lurus dengan remeh atau agungnya sang pendoa. Doa segunung takkan tertampung oleh pribadi yang membiarkan dirinya hanya kerikil.

Kiranya sebuah kisah lama dapat lebih menyegarkan kita tentang penasehatan ini. Ceritanya sebagai berikut:

Suatu ketika dua orang pergi bersama ke sebuah danau. Selang sebentar mereka pulang. Orang yang satu mendapatkan orang lainnya membawa air dalam jumlah lebih banyak.

Yang mendapatkan sedikit bergegas kembali menuju danau, dan memulai kecemburuannya dengan mencaci maki. Ia menuntut apa yang menurut pikirannya merupakan ketidakadilan. Sang danau menanggapi dengan tenang:

“Aku hanya menyediakan air. Niatku hanya memberi. Tentang sedikit atau banyaknya air yang kau dapatkan bergantung pada kebesaran tempat yang kau bawa. Engkau hanya membawa gelas, sedang rekanmu membawa sebuah ember!” -

Diambil dari tulisan Peri Umar Farouk – DOA

Baca Artikel Internet Marketing dari hardiahmad:

  1. Menggunakan Twitter untuk SEO
  2. Cara Membangun Backlinks

Kata-Kata Mutiara di Facebook

By Hardi, February 27, 2010

Mau Tahu Fans Kata-Kata Mutiara di Facebook ?

Kata-kata MutiaraSaat saya tulis posting ini, fans saya di kata-kata mutiara facebook berjumlah 32.217.  Dan akan bertambah setiap hari sekitar 1000-an orang mungkin ya, saya tidak tahu pasti – karena jarang saya perhatikan.  Jumlah yang cukup mengagetkan bagi saya pemula di online yang bisa menggaet begitu banyak orang dengan topik kata-kata mutiara.

Pelajaran dari sini apa coba, hayo?  Orang yang positif di Indonesia jumlahnya sangat-sangat banyak dan cukup potensial untuk dijadikan kekuatan yang bisa mengubah sebuah negeri bukan?  Ya itu salah satunya, lain lagi apa dong.

Menurut saya, sebuah komunal – pastilah sebuah kekuatan.  Kekuatan politik, kekuatan doa, kekuatan ekonomi, kekuatan bisnis, dan masih banyak lagi – bisa dijadikan kekuatan-kekuatan lain.  Mau buktinya?  Okay.  Ketika saya memulai menulis kata-kata mutiara di www.katakatamutiara.com saya mendapatkan sedikit sekali pengunjung, tapi begitu seiring waktu – blog tersebut saya poles dan saya update terus, pengunjung saya jadi bertambah banyak.

Saat ini pengunjung saya di www.katakatamutiara.com sehari 5000-an orang.  Angka yang sangat mengagetkan bukan?  Jika 10% dari angka itu menjadi pasar – maka potensial sekali kan.  Ya, biasanya saya menawarkan tentang belajar bisnis internet.

OfficeFolders theme by Themocracy